NINDA AMELITA ANJARRYSTI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
KEMBALINYA SENYUMAN YANG HILANG

KEMBALINYA SENYUMAN YANG HILANG

KEMBALINYA SENYUMAN YANG HILANG

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan bulan yang paling bagus daripada bulan lainnya. Biasanya ada orang yang tidak suka dengan bulan ini mungkin karena harus menahan lapar dan haus. Tetapi tentu saja kita tak boleh meninggalkan puasa sebagaimana yang telah diperintahkan Allah sesua firman dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya "Hai orang-orang yang beriman,diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" Puasa juga merupakan rukun islam yang ke 3.

Sekarang kita flashback ke tahun lalu pada saat bulan Ramadan tiba. Bulan yang aku tunggu karena aku bisa berkumpul lebih lama bersama keluarga. Ngabuburit, buka puasa bersama dan salat Tarawih bersama keluarga maupun teman.

Hari demi hari berganti hingga tibalah hari yang ditunggu. Seperti pada tahun-tahun lalu, ibuku adalah salah satu pahlawanku pada saat bulan puasa. Beliau yang selalu bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan menu sahur. Tidak lupa untuk membangunkanku, ayahku dan kakak laki-lakiku untuk sahur agar tidak terlambat. Setelah sahur kami lanjut salat Subuh berjamaah di rumah.

Puasa pertamaku memang sangatlah berat, karena begitu banyak godaan entah itu teriknya panas di siang hari, melihat menu takjil dipepanjang jalan. Untuk menahan godaan, aku alihkan dengan melaksanakan salat Dzuhur dan Asar. Setelah itu, tinggal beberapa jam sebelum buka puasa biasanya aku dan temanku pergi ngabuburit sebentar. Kami keliling pasar dan membeli beberapa menu takjil untuk buka puasa.

Setelah puas jalan-jalan kami pun pulang kerumah masing-masing. Di rumah, aku dan ibu menyiapkan menu buka puasa yang dibeli tadi. Tidak lama kemudian beduk di masjid dekat rumahku pun berbunyi "TRAK...TRAK...TRAK...TRAK...TRAK...DUM..." bunyi yang paling aku tunggu-tunggu dari seharian tadi. Tanpa mengulur waktu aku pun langsung mengambil segelas air putih dan membaca do'a buka puasa setelah minum pepatah mengatakan "BERBUKALAH DENGAN YANG MANIS-MANIS." Aku membatalkan puasa dengan yang manis juga. Semangkuk kolak dan kemudian dilanjutkan makan berat alias nasi dan lauk pauk.

Alhamdulillah puasa pertamaku lancar walaupun banyak sekali godaan. Setelah berbuka, kami salat Maghrib dan salat Isya. Setelah salat Isya kami lanjut salat Tarawih. Rutinitas ini berlanjut hingga Ramadan berakhir.

Hari pun semakin berlalu dan besok adalah puasa terakhir ku dan aku semakin semangat untuk menyelesaikan puasa terakhirku.

Aku berharap bisa menyelesaikan puasaku sampai maghrib nanti dan berkumpul dengan keluarga ku lebaran nanti.

Namun sayang, dipenghujung Ramadan, ibuku harus pulang ke kampung halamannya karena kakekku sakit berat. Ibu adalah anak tunggal jadi tidak ada yang bisa mengurus kakek selain ibuku jujur aku sangat kecewa tapi aku sedih dengan keadaan kakek,mau tidak mau ibu pun berangkat kesana naik pesawat.Sudah hampir setahun ibuku meninggalkan rumah jujur aku sangat merindukan ibuku. Lebaran tanpa di dampingi seorang ibu rasanya sepi...sekali seperti tidak ada maknanya bagiku berada pada posisi keramaian dalam kesunyian.

Aku mendapatkan kabar Alhamdulillah ibuku akan segera pulang dan akan menjalankan puasa bersama lagi tahun ini.Aku pun sangat senang,rasanya langsung ingin memeluk ibuku.

Ibuku memberitahu bahwa besok ibu pulang aku pun makin senang dan tidak sabar,pada akhirnya aku bertemu ibuku setelah sekian lamanya begitulah kisah cerita hidupku tahun lalu Terimakasih.

BIODATA PENULIS

Nama Penulis Ninda Amelita Anjarrysti sedang melakukan kewajiban sebagai salah satu siswi disekolah menengah kejuruan yang bergerak di program tata busana bisa menghubungi saya melalui email nindaamelitaanjarrysti@gmail.com dan nomor wa087817098451

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali